Lambang/ Logo Buaya Putih

Lambang BUAYA PUTIH -    Lambang “BUAYA PUTIH“ diambil dari sifat-sifat positif Buaya secara umum, dan Hikayat seekor Buaya yang berjasa dalam hubungannya dengan riwayat Kerajaan GALUH PAKUAN dari inti sari teladannya untuk dijadikan LAMBANG Yonif 323/Buaya Putih sebagai pasukan INFANTERI PENGGEMPUR yang harus memiliki Keberanian, Kejujuran, Keuletan dan Kesucian Tekad sebagai pengikat Korps. -    Hikayat BUAYA PUTIH diambil Suri Teladannya karena jasa dan amalnya, sedangkan Riwayat GALUH PAKUAN diambil untuk meresapkan ikatan moril dengan rakyat setempat, dimana Pasukan Yonif 323/Buaya Putih berada. -    Adapun hubungan historis nama Batalyon Infanteri 323/Buaya Putih dengan Resimen Induknya yaitu GALUH GARA TENGAH pada waktu itu sebagai berikut : a.    VERSI PERTAMA. Syahdan dikala kira-kira tahun 400 Masehi, ada sebuah kerajaan bernama "GALUH" yang dipimpin seorang Raja bernama "PRABU SINDULA" yang mempunyai Putra bernama "PRABU DEWATA CENGKAR" pada suatu saat datanglah orang asing yang berusaha mengembangkan pengaruhnya dan berhasil. PRABU DEWATA CENGKAR tidak dapat menerima kehadirannya sekalipun dipaksa oleh sebab itu dia masuk/menerjunkan diri ke sungai dan menjadi "BUAYA PUTIH" dengan semboyan: “ LEBIH BAIK MENJADI PENGHUNI SUNGAI DARI PADA DIJAJAH“. b.    VERSI KEDUA. Di daerah Ciamis bertahta seorang RAJA GALUH PAKUAN yang beristri dua, yang satu permaisuri dan yang satu lagi Selir karena ambisi sang Selir untuk menjadi Permaisuri maka Putra Mahkota yang masih Bayi dicurinya dan dibuang ke sungai Citanduy, Sang bayi yang dibuang ditolong oleh seekor Buaya Putih dan diselamatkan ke darat sampai diketemukan oleh seseorang dan dirawat sehingga kelak menjadi RAJA GALUH PAKUAN menggantikan sang ayah, berkat pertolongan Buaya Putih yang pada hakekatnya dipercaya atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. -    Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/489/IX/1987 tanggal 5 September 1987 tentang pengesahan penggunaan lambang Kesatuan Tingkat Tunggul dalam jajaran Kostrad dari lambang BUAYA PUTIH DAM VI/SILIWANGI diganti menjadi lambang BUAYA PUTIH KOSTRAD dan menggunakan TOP ROI-83. a.    Lambang "BUAYA PUTIH" warna dasar Biru tertera BUAYA PUTIH dilingkari Padi Kapas. b.    Sifat-sifat Buaya : -    Dapat hidup dalam berbagai kondisi baik di air maupun di darat. -    Sabar dan pendiam, tetapi ganas bila harus bertarung. -    Tahan  uji  dan  kuat  hati  dalam mencari dan menghancurkan musuh bangsa serta setia kepada teman. -    Taat  kepada  yang  tertua, jujur dan selalu bersedia dihukum bila ia bersalah. -    Mengutamakan  kawan  dalam  pergaulan  tidak  mau  dipengaruhi orang lain. Lambang Satuan. a.    Lambang Satuan    : Buaya Putih dalam keadaan menganga. b.    Tunggul Satuan    : Tunggul Buaya Putih. c.    Ukuran        : 65 CM/40 cm. d.    Warna            : Biru Putih. e.    Warna Buaya    : Putih. f.    Warna dasar        : Biru. g.    Tulisan        : Buaya Putih (di atasnya lukisan Buaya Putih). Arti dan Makna. a.    Gambar Buaya Putih dengan mulut terbuka melukiskan :                  -    Terampil.         -    Waspada.         -    Setia dan Taat.         -    Berbudi luhur dan tanpa pamrih.         -    Jujur dan teguh dalam kepribadian.         -    Pantang Menyerah.         -    Jaya sepanjang masa.          b.    Padi dan Kapas. -    Padi berjumlah 15 butir mencerminkan tanggal kelahiran tanggal 15. -    Bunga Kapas berjumlah 11 buah mencerminkan bulan kelahiran bulan November.          c.    Tulisan Buaya Putih    . Seekor Buaya berwarna putih merupakan jelmaan seorang tokoh yang sakti. d.    Warna.          -    Hijau       :    Subur.     -    Kuning     :    Jujur.     -    Putih       :    Suci.     -    Hitam      :    Setia.     -    Biru        :    Taat dan patuh. e.     Motto Satuan.      Adapun Motto Satuan adalah “MANGKALANA  DIGJAYANA” motto ini di dapat pada saat perubahan lambang satuan yang awalnya BHAYANGKARA menjadi BUAYA PUTIH. Motto ini diambil dari bunyi wangsit kelima dari Wangsit Buaya Putih yang terdiri dari 7 wangsit yaitu :           -    TITIH SURTI TEU IREUG TALINGEUH     -    WASPADA NGAJAGA BAYA     -    KUKUH PENGKUH SATYA NANJEURKEUN HUKUM     -    BUDHI BHAKTI TANPA PAMRIH     -    MANGKALANA DIGJAYANA     -    AJEG NGADEG SALAWASNA     -    TANPA ROBAH KU PANGARUH            Arti dari “MANGKALANA DIGJAYANA” tersebut yaitu “JAYA SEPANJANG MASA” adapun juga yang mengartikan bahwa apabila tampil maupun berada dimanapun akan selalu membawa kejayaan ataupun kesuksesan.

Lambang BUAYA PUTIH
– Lambang “BUAYA PUTIH“ diambil dari sifat-sifat positif Buaya secara umum, dan Hikayat seekor Buaya yang berjasa dalam hubungannya dengan riwayat Kerajaan GALUH PAKUAN dari inti sari teladannya untuk dijadikan LAMBANG Yonif 323/Buaya Putih sebagai pasukan INFANTERI PENGGEMPUR yang harus memiliki Keberanian, Kejujuran, Keuletan dan Kesucian Tekad sebagai pengikat Korps.
– Hikayat BUAYA PUTIH diambil Suri Teladannya karena jasa dan amalnya, sedangkan Riwayat GALUH PAKUAN diambil untuk meresapkan ikatan moril dengan rakyat setempat, dimana Pasukan Yonif 323/Buaya Putih berada.
– Adapun hubungan historis nama Batalyon Infanteri 323/Buaya Putih dengan Resimen Induknya yaitu GALUH GARA TENGAH pada waktu itu sebagai berikut :
a. VERSI PERTAMA. Syahdan dikala kira-kira tahun 400 Masehi, ada sebuah kerajaan bernama “GALUH” yang dipimpin seorang Raja bernama “PRABU SINDULA” yang mempunyai Putra bernama “PRABU DEWATA CENGKAR” pada suatu saat datanglah orang asing yang berusaha mengembangkan pengaruhnya dan berhasil. PRABU DEWATA CENGKAR tidak dapat menerima kehadirannya sekalipun dipaksa oleh sebab itu dia masuk/menerjunkan diri ke sungai dan menjadi “BUAYA PUTIH” dengan semboyan: “ LEBIH BAIK MENJADI PENGHUNI SUNGAI DARI PADA DIJAJAH“.
b. VERSI KEDUA. Di daerah Ciamis bertahta seorang RAJA GALUH PAKUAN yang beristri dua, yang satu permaisuri dan yang satu lagi Selir karena ambisi sang Selir untuk menjadi Permaisuri maka Putra Mahkota yang masih Bayi dicurinya dan dibuang ke sungai Citanduy, Sang bayi yang dibuang ditolong oleh seekor Buaya Putih dan diselamatkan ke darat sampai diketemukan oleh seseorang dan dirawat sehingga kelak menjadi RAJA GALUH PAKUAN menggantikan sang ayah, berkat pertolongan Buaya Putih yang pada hakekatnya dipercaya atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
– Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/489/IX/1987 tanggal 5 September 1987 tentang pengesahan penggunaan lambang Kesatuan Tingkat Tunggul dalam jajaran Kostrad dari lambang BUAYA PUTIH DAM VI/SILIWANGI diganti menjadi lambang BUAYA PUTIH KOSTRAD dan menggunakan TOP ROI-83.
a. Lambang “BUAYA PUTIH” warna dasar Biru tertera BUAYA PUTIH dilingkari Padi Kapas.
b. Sifat-sifat Buaya :
– Dapat hidup dalam berbagai kondisi baik di air maupun di darat.
– Sabar dan pendiam, tetapi ganas bila harus bertarung.
– Tahan uji dan kuat hati dalam mencari dan menghancurkan musuh bangsa serta setia kepada teman.
– Taat kepada yang tertua, jujur dan selalu bersedia dihukum bila ia bersalah.
– Mengutamakan kawan dalam pergaulan tidak mau dipengaruhi orang lain.
Lambang Satuan.
a. Lambang Satuan : Buaya Putih dalam keadaan menganga.
b. Tunggul Satuan : Tunggul Buaya Putih.
c. Ukuran : 65 CM/40 cm.
d. Warna : Biru Putih.
e. Warna Buaya : Putih.
f. Warna dasar : Biru.
g. Tulisan : Buaya Putih (di atasnya lukisan Buaya Putih).
Arti dan Makna.
a. Gambar Buaya Putih dengan mulut terbuka melukiskan :
– Terampil.
– Waspada.
– Setia dan Taat.
– Berbudi luhur dan tanpa pamrih.
– Jujur dan teguh dalam kepribadian.
– Pantang Menyerah.
– Jaya sepanjang masa.
b. Padi dan Kapas.
– Padi berjumlah 15 butir mencerminkan tanggal kelahiran tanggal 15.
– Bunga Kapas berjumlah 11 buah mencerminkan bulan kelahiran bulan November.
c. Tulisan Buaya Putih . Seekor Buaya berwarna putih merupakan jelmaan seorang tokoh yang sakti.
d. Warna.
– Hijau : Subur.
– Kuning : Jujur.
– Putih : Suci.
– Hitam : Setia.
– Biru : Taat dan patuh.
e. Motto Satuan.
Adapun Motto Satuan adalah “MANGKALANA DIGJAYANA” motto ini di dapat pada saat perubahan lambang satuan yang awalnya BHAYANGKARA menjadi BUAYA PUTIH. Motto ini diambil dari bunyi wangsit kelima dari Wangsit Buaya Putih yang terdiri dari 7 wangsit yaitu :
– TITIH SURTI TEU IREUG TALINGEUH
– WASPADA NGAJAGA BAYA
– KUKUH PENGKUH SATYA NANJEURKEUN HUKUM
– BUDHI BHAKTI TANPA PAMRIH
– MANGKALANA DIGJAYANA
– AJEG NGADEG SALAWASNA
– TANPA ROBAH KU PANGARUH
Arti dari “MANGKALANA DIGJAYANA” tersebut yaitu “JAYA SEPANJANG MASA” adapun juga yang mengartikan bahwa apabila tampil maupun berada dimanapun akan selalu membawa kejayaan ataupun kesuksesan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s